Khartum

Otoritas Sudan mengonfirmasi negaranya akan menormalisasi hubungan dengan Israel, mengakhiri permusuhan sengit selama beberapa dekade. Rencana normalisasi hubungan antara Sudan dan Israel ini masih dimediasi oleh Amerika Serikat (AS).

Semacam dilansir AFP , Sabtu (24/10/2020), rencana normalisasi tersebut diumumkan setelah dilakukan pembicaraan antara Perdana Menteri (PM) Sudan, Abdalla Hamdok, dengan Presiden AS Donald Trump dan PM Israel, Benjamin Netanyahu.

“Sudan & Israel setuju untuk menormalisasi ikatan mereka, untuk mengakhiri agresi di antara mereka, ” demikian dilaporkan televisi nasional Sudan, menyampaikan isi maklumat gabungan antara Sudan, Israel serta AS.

Sudan, yang secara teknis masih beperang dengan Israel selama beberapa dekade ini, hendak menjadi negara Arab kelima dengan menyepakati perdamaian dengan Israel. Diketahui bahwa Mesir, Yordania, Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain sudah terlebih dulu mencapai kesepakatan tenang dengan Israel.

Secara terpisah, Trump juga mengumumkan program normalisasi hubungan antara Sudan & Israel itu melalui ajudannya dalam Jumat (23/10) waktu setempat. Sudan menjadi negara Teluk Arab ketiga, setelah UEA dan Bahrain, dengan dimediasi AS untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

“Sudan dan Israel setuju untuk menormalisasi hubungan — sebuah langkah maju yang besar untuk menciptakan perbaikan di Timur Tengah dengan mulia lagi negara bergabung Abraham Accords, ” sebut ajudan Trump, Judd Deere, dalam pernyataan via Twitter, merujuk pada pakta perdamaian yang dicetuskan Trump.

Pemberitahuan rencana normalisasi hubungan ini disampaikan beberapa hari setelah Trump secara resmi mencoret Sudan dari jadwal negara sponsor terorisme.

PM Netanyahu menyebut persetujuan Sudan untuk menormalisasi hubungan dengan Israel ini sebagai ‘perubahan luar biasa’.

“Sungguh perubahan yang luar biasa. Hari ini, Khartum mengatakan iya untuk perdamaian secara Israel, iya untuk pengakuan Israel dan iya untuk normalisasi secara Israel, ” sebut PM Netanyahu dalam pernyataan berbahasa Ibrani pada AFP .

(nvc/dkp)