Bonus harian di Keluaran SGP 2020 – 2021.

Jakarta

Kabar tak enak datang dari keluarga Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar. Pasalnya rumah pasangan ilustrator itu mengalami kerusakan, mulai dari atap yang murus dan ambruk hingga kebanjiran yang disebabkan hujan lebat.

Ayah Shireen, Mark Sungkar, ikut menghakimi hal tersebut. Awalnya Mark mengaku tak tahu dengan kejadian yang ada pada rumah anaknya. Dia hanya tahu anaknya sempat terkena flu.

“Saya masih komunikasi, dia masih dalam keadaan belum sehat betul artinya habis tertular flu dari anaknya, dia masih kasih semangat cocok saya. Dia nggak ngomong sama sekali kalau kebanjiran. Kalau kebanjiran rezeki alhamdulillah mudah-mudahan. Kebanjiran air jangan, ” kata Mark Sungkar ditemui di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, kawasan Bungur, Jakarta Pusat.

Mark Sungkar serupa mengaku bakal melihat tepat kondisi rumah Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu.

“Nggak tahu, hamba nggak tahu benar, nggak tahu mungkin dari sini saya pasti saya telepon dia atau kalau perlu langsung ke sana. Karena saya janji mau ke sana, ” katanya.

Mark Sungkar menebak anaknya tak memberi cakap kepadanya, lantaran dirinya sedang fokus menyelesaikan kasus dugaan korupsi dana triatlon. Mark menyebut Shireen Sungkar curiga mengganggu konsentrasinya.

“Belum, belum. Mungkin bimbang dianggap ganggu konsentrasi ayahnya, ” katanya.

Di sisi lain, disinggung kejadian itu pertama kala menimpa rumah Shireen serta Teuku Wisnu, Mark Sungkar menuturkan rumah tersebut sungguh sedang renovasi.

“Di Lebak Bulus dengan lagi direnovasi bisa oleh sebab itu memang drainase saja kalau kayak gitu kurang molek, ” ujarnya.

Sebelumnya dalam YouTube dengan diunggah The Sungkar Family pada Kamis (27/5/2021), Shireen Sungkar memperlihatkan rumahnya terkena dampak hujan deras, berangkat dari bocor, banjir, mematok atap ambruk.

“Tiba-tiba hujannya deras betul, terus rumah gue bocor, ” kata Shireen menunjukkan kondisinya rumahnya.

“Allahuakbar ini diganjel, tadinya ambruk sampai sini, ” kata Shireen memperlihatkan bagian luar rumahnya yang menikmati kerusakan akibat hujan keras.

(fbr/mau)