Analisis Mengejutkan Corona Lebih Dulu pada Los Angeles Sebelum di Wuhan

Los Angeles

Sebuah analisis penelitian mengungkap bahwa virus Corona telah lebih dulu muncul pada Los Angeles, AS sebelum di Wuhan, China. Analisis ini dikerjakan oleh para peneliti dari Universitas California Los Angeles (UCLA) serta Universitas Washington.

Bagaikan dilansir Los Angeles Times, Jumat (11/9/2020), Penelitian ini dilakukan oleh dengan mencatat kenaikan jumlah pasien dengan mencari pengobatan untuk batuk-batuk semenjak 22 Desember 2019 dan langsung naik hingga akhir Februari.

Para peneliti memperoleh bukti itu setelah menganalisis catatan medis dari rumah sakit dan klinik-klinik setempat di Los Angeles. Mereka membandingkan data catatan medis kurun 1 Desember 2019 hingga 29 Februari 2020 dengan data dari periode yang sama selama lima tahun sebelumnya.

Beberapa sejak pasien itu menjalani perawatan pada pusat rawat jalan. Sementara dengan lain mendatangi unit gawat genting dan banyak orang akhirnya dirawat di Pusat Medis Ronald Reagan UCLA dan rumah sakit lainnya dengan dikelola UCLA.

Para pejabat pada Pusat Pengendalian serta Pencegahan Penyakit (CDC) AS baru kali mengakui bahwa Corona menyentuh daratan AS pada pertengahan Januari 2020, saat seorang pria pada negara bagian Washington yang pertama saja berkunjung ke Wuhan dinyatakan positif terinfeksi.

Pada saat itu, menurut para peneliti UCLA dan Universitas Washington di kajiannya, para dokter di panti sakit dan klinik UCLA barangkali telah merawat lusinan pasien Corona tanpa menyadarinya. Hasil kajian itu dipublikasikan pada Journal of Medical Internet Research pada Kamis (10/9) waktu setempat.

Para-para peneliti tidak melakukan tes diagnostik, sehingga mereka tidak bisa membuktikan dengan pasti kapan dokter perdana kali berhadapan dengan seseorang yang terinfeksi Corona atau disebut serupa SARS-CoV-2. Namun jika Corona sudah menyebar tanpa terdeteksi sejak Natal 2019, pola kunjungan pasien ke fasilitas-fasilitas medis UCLA terlihat betul mirip dengan apa yang sesungguhnya terjadi.

Diperingatkan Terpapar Corona, PM Finlandia Diminta Isolasi Mandiri

Helsinki

Pertama Menteri Finlandia Sanna Marin bakal bekerja jarak jauh sampai pemberitahuan lebih lanjut, menyusul peringatan dirinya terpapar virus Corona. Marin juga akan menjalani pemeriksaan Corona.

Dilansir AFP, Jumat (11/9/2020), sebuah aplikasi virus Corona dalam Finlandia memperingatkan bahwa Marin jadi saja terpapar virus Corona & diminta untuk menjalani isolasi sendiri. Marin, 34 tahun, “akan diuji untuk COVID-19, ” ujar pemberitahuan kantor PM Finlandia.

Marin juga disebutkan “Tidak menunjukkan gejala dan merasa baik-baik selalu, ” kata sebuah pernyataan.

Pada 18 Agustus lalu, Marin mengungkapkan bahwa dirinya mengalami isyarat pernapasan. Gejala pernapasan merupakan salah satu gejala seseorang terkena virus Corona. Namun perlu tes swab untuk memastikannya.

“Saya menemui gejala pernapasan ringan. Saya hendak menjalani tes corona dan bekerja dari jarak jauh, ” prawacana Marin di Twitter.

Untuk diketahui, Finlandia baru sekadar meluncurkan aplikasi pelacakan virus Corona pada awal September yang memungkinkan pengguna smartphone menerima peringatan ketika mereka melakukan kontak dekat dengan seseorang yang dites positif virus Corona. Aplikasi Koronavilkku sudah diunduh 1, 8 juta kali.

(dkp/dwia)

Zaman Wacana Damai dengan Taliban, Saat ini Trump Berencana Tarik Pasukan

Jakarta

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sempat menggulirkan dialog perdamaian di Afghanistan. Kini, Trump berencana menarik pasukan militer dibanding Irak dan Afghanistan.

Seperti dilansir AFP , Rabu (9/9/2020), pejabat tersebut mengatakan kepada wartawan yang bepergian dengan Trump untuk menanti maklumat tentang Irak dan tentang Afghanistan dalam beberapa hari mendatang.

Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhemi dalam Agustus lalu, Trump mengatakan gerombolan AS akan meninggalkan Irak namun tidak memberikan jadwal soal agenda itu.

Pembicaraan antara keduanya itu terjadi seiring serangan terhadap target AS oleh pejuang pro-Iran yang sedang meningkat dan pemerintah Irak menghadapi seruan untuk mengusir sekitar 5. 000 tentara AS yang dikerahkan di negara itu sebagai bagian dari upaya anti-jihadis.

Militer AS mengakui diri dari Irak pada akhir 2011, meninggalkan misi kecil yang melekat pada kedutaan AS.

Tetapi pasukan tambahan GANDAR dikerahkan beberapa tahun kemudian buat mendukung pasukan Irak dalam konflik mereka melawan ISIS, yang melakukan serangan besar-besaran pada musim radang 2014.

Rumor soal Putra Mahkota Saudi di Tengah Penangkapan Ulama

Jeddah

Otoritas Saudi telah menangkap Sheikh Abdullah Basfar, salah satu Qari dan ulama terkenal di kalangan muslim. Penangkapan Basfar ini dikaitkan dengan sepak terjang Putra Tali jiwa Arab Mohammed bin Salman (MBS).

Seperti dilansir Middle East Monitor (MEMO), Selasa (8/9) akun Twitter the Prisoners of Conscience menyampaikan bahwa Syekh Basfar ditangkap pada Agustus lalu, tanpa menganjurkan rincian lebih lanjut tentang dengan jalan apa dan di mana dia ditangkap.

“Kami mengkonfirmasi pengurungan Syekh Dr Abdullah Basfar semenjak Agustus 2020, ” tulis akun Prisoners of Conscience.

Basfar adalah seorang profesor di bagian Sharia dan Islamic Studies dalam King Abdul Aziz University dalam Jeddah. Ia juga mantan Sekretaris Jenderal Organisasi Kitab dan Sunnah Dunia.

Basfar adalah imam utama di Jeddah semasa bulan Ramadhan. Selain itu, tempat juga dikenal luas sebagai Pembaca quran laki-laki bersuara merdu.

Keterangan tentang penahanan Syekh Basfar bertepatan dengan laporan tentang penahanan Syekh Saud Al-Funaisan, yang ditangkap dalam bulan Maret.

Al-Funaisan adalah seorang profesor universitas dan mantan dekan fakultas Syariah dalam Universitas Al-Imam di Riyadh.

Namun, beberapa orang memuji penahanan ini sebagai bagian dibanding tindakan keras terhadap ekstremisme di kerajaan itu, berdasarkan rencana Anak Mahkota Saudi Mohamed Bin Salman untuk menghapus identitas agama Arab Saudi.

Teroris Boko Haram Serang 3 Tempat di Nigeria, 10 Warga Tewas

Maiduguri

Kelompok teroris Boko Haram melakukan penyerangan terhadap 3 desa di bagian Timur Laut Nigeria. Akibat serangan itu, setidaknya puluhan warga dinyatakan tewas.

Seperti dilansir AFP, Selasa (8/9/2020), serangan terhadap 3 kampung itu dilakukan oleh kelompok teroris pada Minggu (6/9) yang berserakan. Kelompok tersebut awalnya membantai awak yang ada di Desa Kurmari, 40 kilometer dari Ibu Kota Maiduguri.

“Mereka memutus empat warga yang sedang rebah, ” kata Pimpinan Milisi Anti-teroris, Babakura Kolo.

Para penyerbu ini disebut tidak menggunakan senjata api saat melakukan pembantaian itu. Ini dilakukan agar operasi teroris itu tidak terdeteksi oleh gerombolan di kota terdekat.

Daerah itu berdasarkan informasi, telah berulang kali menjadi sasaran pukulan bunuh diri dan serangan bersenjata. Sementara itu, di desa yang lain, tidak jauh dari lokasi pertama, kelompok teroris tersebut juga menghasut 3 orang hidup-hidup, dan menggorok 4 orang hingga tewas.

Selain itu, dua petani juga terbunuh saat mereka merodok ladang dan beberapa lainnya diculik di dekat kota.

(maa/maa)

Aparat Pengawal Nasional Tunisia Ditikam 3 Jihadis hingga Tewas

Jakarta

Perwira Pengawal Nasional Tunisia diserang dengan pisau oleh tiga karakter jihadis Tunisia. Tiga jihadis itu akhirnya tewas dalam baku arah yang terjadi setelah dia menghajar perwira itu.

Dilansir AFP , Minggu (6/9/2020), serangan penikaman terjadi dalam distrik wisata Sousse, kota pesisir, yang kerap dilanda serangan jihadis Tunisia dalam beberapa tahun terakhir. Juru Bicara Pengawal Nasional, Houcem Eddine Jebabli mengatakan dua perwira Garda Nasional yang sedang berpatroli menjadi sasaran serangan pisau pada Sousse, 140 kilometer (80 mil) selatan ibu kota Tunis.

“Satu meninggal sebagai syahid, dan yang lainnya terluka dan dirawat di rumah sakit, ” katanya, menambahkan bahwa ‘ini ialah serangan teroris’.

Para penyerang pertama kali menabrak polisi dengan kendaraan sekitar pukul 6: 40 pagi (0540 GMT). Setelah serangan pisau, pasukan keamanan mengejar para penyerang, yang telah mengambil senjata dan kendaraan petugas, melalui negeri Akouda di kawasan wisata tanah air El-Kantaoui, kata Jebabli.

“Dalam baku tembak, tiga teroris tewas, ” kata Eddine.

Eddine menambahkan bahwa gerombolan keamanan berhasil menemukan mobil dan dua pistol yang telah dicuri para penyerang.

Kepala Tunisia, Kais Saied juga berkunjung setelah beberapa jam kemudian ke lokasi serangan pisau. Dia mengutarakan polisi sedang menyelidiki apakah pukulan itu direncanakan oleh individu atau organisasi.

Duta Gede Inggris untuk Tunisia, Louise de Sousa tweeted dia terkejut mengikuti serangan terhadap patroli Garda Nasional di Sousse pagi ini.

“Saya turut berbela sungkawa kepada keluarga petugas yang terbunuh, dan saya berharap yang terluka segera pulih. #UKsupportTunisia, ” introduksi Louise.

(zap/gbr)

India Tembus 4 Juta Kasus Corona, Puluhan Demonstran Anti-Lockdown Ditangkap

Jakarta

India telah menjadi negeri ketiga di dunia yang melewati empat juta kasus infeksi virus Corona, COVID-19, dengan mencatat rekor lonjakan kasus baru harian pada Sabtu (5/9) ini.

Sebanyak 86. 432 kasus infeksi baru Corona tercatat di India dalam waktu 24 jam final, sehingga membuat total jumlah urusan Corona di negara itu mencapai 4. 023. 179. Dengan demikian India menjadi negara dengan jumlah kasus Corona terbanyak ketiga di dunia, setelah Amerika Serikat yang memiliki lebih dari 6, 3 juta kasus dan Brasil secara 4, 1 juta kasus.

Sementara pemerintah telah melonggarkan pembatasan dalam upaya untuk membakar ekonomi, India sekarang memiliki jumlah kasus Corona yang tumbuh paling cepat di dunia, dengan lebih dari 80. 000 kasus bola lampu hari dan jumlah kematian harian tertinggi di lebih dari satu. 000 kematian.

Selain informasi tersebut, berikut ini berita-berita universal yang menarik perhatian pembaca detikcom , hari itu, Sabtu (5/9/2020):

– Jerman Sebut Alexei Navalny Diracun, Trump: Ini Tragis, Mengerikan!

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kalau dirinya belum melihat bukti kalau pemimpin oposisi Rusia, Alexei Navalny telah diracuni seperti yang dinyatakan oleh Jerman.

“Saya tidak tahu persis apa yang terjadi. Saya pikir ini tragis, mengerikan, seharusnya ini tidak terjadi, ” kata Trump.

“Kami belum memiliki bukti apa pun, tetapi saya akan melihatnya, ” kata Trump dalam konferensi pers seperti dilansir kantor informasi AFP, Sabtu (5/9/2020).

– Hukuman Berat Menyambut Para Pejabat Korea Utara Usai Topan Maysak

Pemerintah Korea Utara (Korut) hendak memberikan hukuman berat bagi para-para pejabat lokal yang disebutnya batal melindungi penduduk dari topan dengan menyebabkan “insiden serius” dengan puluhan korban. Demikian dilaporkan surat kabar partai yang berkuasa di Korut.

Topan Maysak mendatangkan hujan deras di seluruh negeri komunis itu awal pekan tersebut, dengan rekaman yang menunjukkan jalan-jalan yang terendam air di tanah air pelabuhan timur Wonsan, provinsi Kangwon.

Rodong Sinmun hari Sabtu, sebuah surat kabar sah Korut, melaporkan bahwa para pemimpin Korut telah memutuskan untuk mengazab para pejabat kota dan daerah yang “tidak bertanggung jawab” karena menyebabkan “insiden serius yang melibatkan puluhan korban”.

– Kematian Akibat Corona di AS Diperkirakan Mencapai 410. 000 Akhir Tahun Ini

Kematian akibat virus Corona di Amerika Serikat diperkirakan akan mencapai 410. 000 pada akhir tarikh ini, lebih dari dua kala lipat jumlah kematian saat itu. Bahkan angka kematian bisa melonjak menjadi 3. 000 kematian mulai hari pada bulan Desember kelak.

Prancis Catat 9 Ribu Kasus Corona Baru dalam 24 Jam

Paris

Otoritas Prancis mencatat tersedia 9. 000 kasus virus Corona baru selama 24 jam belakang. Angka tersebut jadi penambahan kasus Corona tertinggi sejak pandemi melanda Prancis sejak Maret lalu.

Dilansir AFP , 8. 975 kasus infeksi Corona dilaporkan terjadi pada Kamis (3/9) hingga Jumat (4/9). Prancis juga mengungkap adanya 53 klaster baru.

Pada satu September lalu, Prancis mencatat 30. 661 kematian akibat virus Corona. Data Kementerian Kesehatan Prancis mengungkap penularan Corona setinggi 1, 3. Artinya, 10 orang yang terkonfirmasi Corona dapat menginfeksi 13 awak lainnya.

Karena hal itu, Paris dan kota-kota lainnya tiba mewajibkan masker di semua daerah publik. Namun, warga Prancis penuh yang menolak aturan ini.

Pengadilan Lyon pun menodong pihak berwenang untuk sedikit melonggarkan aturan ini. Meski begitu implementasi protokol kesehatan lainnya tetap diawasi secara ketat.

(isa/isa)

Saat Indonesia Terseret Isu Fasilitas Tentara China

Beijing

Pentagon merilis laporan soal pengembangan jaringan pemasokan militer China di kawasan Besar Hindia. Indonesia turut terseret pada isu fasilitas militer China tersebut.

Seperti dilansir Reuters , Rabu (2/9/2020), informasi tersebut disampaikan Pentagon ataupun Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) dalam laporan terbaru pada Selasa (1/9) waktu setempat. Disebutkan Pentagon bahwa China saat ini mempunyai lebih dari 200 hulu pecah nuklir sebagai persenjataan.

Menurut laporan Pentagon, selain bertujuan menyamakan teknologi dengan AS, militer China atau Tentara Pembebasan Anak buah (PLA) juga fokus melakukan operasi gabungan yang mampu menangkal ataupun mengalahkan setiap upaya AS buat mengintervensi atas nama Taiwan.

Laporan itu juga mengakui bahwa PLA telah menyamai atau melampaui militer AS dalam beberapa bagian, termasuk perakitan kapal, rudal balistik dan rudal jelajah berbasis tanah dan sistem pertahanan udara.

Laporan itu juga membicarakan bahwa China tengah berupaya memajukan jaringan logistik militer di tempat Samudra Hindia dengan mempertimbangkan kurang negara, termasuk Indonesia, sebagai letak fasilitas logistik militernya.

Dilansir Nikkei Asian Review, Rabu (2/9/2020), laporan itu membahas berbagai jalan militer China dan pada salah satu poin menyinggung soal eksistensi global militer China yang semakin berkembang. Disebutkan laporan itu bahwa China berupaya membangun jaringan penyediaan luar negeri yang lebih berpengaruh dan infrastruktur pangkalan untuk memungkinkan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) memproyeksikan dan mempertahankan kekuatan militer di dalam jarak lebih jauh.

“PRC (Republik Rakyat China-red) peluang besar sudah mempertimbangkan dan merencanakan fasilitas logistik militer tambahan buat mendukung proyeksi Angkatan Laut, Pasukan Udara dan Angkatan Darat, ” sebut laporan Pentagon tersebut, yang dirilis di situs resmi Departemen Pertahanan AS.

Tersedia beberapa negara, yang menurut Pentagon, menjadi pertimbangan China untuk lokasi fasilitas logistik militer terbaru dalam luar negeri. Ada nama Nusantara disebut dalam daftar negara tersebut.

“PRC kemungkinan sudah mempertimbangkan Myanmar, Thailand, Singapura, Nusantara, Pakistan, Sri Lanka, Uni Emirat Arab, Kenya, Sychelles, Tanzania, Angola dan Tajikistan sebagai lokasi kemudahan logistik militer PLA, ” serupa itu disebutkan laporan Pentagon.

Pentagon tidak menjelaskan lebih tinggi soal alasan China mempertimbangkan negara-negara tersebut sebagai lokasi fasilitas logistik militer tambahan. Hanya disebutkan Pentagon dalam laporannya bahwa jaringan ijmal untuk logistik militer China bisa mengintervensi operasi militer AS serta mendukung operasi ofensif terhadap AS.

Para-para Diplomat China Kini ‘Dipagari’ Amerika Serikat

Washington DC

Para diplomat China yang berada di Amerika Serikat (AS) kini geraknya ‘dipagari’. Para diplomat itu harus memperoleh izin dari Departemen Sungguh Negeri jika hendak mengunjungi kampus-kampus AS atau menggelar acara budaya dengan kehadiran lebih dari 50 orang di luar fasilitas misi diplomatik.

Sebagaimana dilansir Reuters , Kamis (3/9/2020), otoritas AS memberlakukan metode baru untuk membatasi pergerakan diplomat China di wilayahnya. Langkah itu dimaksudkan guna merespons pembatasan serupa yang telah diterapkan otoritas China terhadap diplomat AS di kampung tirai bambu itu.

Di sisi lain, langkah tersebut juga diumumkan saat pemerintahan Presiden Donald Trump tengah gencar menganalisis dugaan operasi mempengaruhi dan spionase oleh China di wilayah GANDAR.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan pihaknya juga akan mengambil tindakan untuk memastikan seluruh akun media sosial milik Kedutaan Tumbuh China maupun Konsulatnya ‘diidentifikasi dengan benar’.

“Kami cuma menuntut timbal balik, ” bahana Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, dalam konferensi pers.

“Akses untuk diplomat-diplomat saya di China harus mencerminkan kanal yang dimiliki diplomat China dalam Amerika Serikat, dan langkah keadaan ini akan membawa kita dengan substansial ke arah itu, ” jelasnya.

Sementara itu, Kedutaan Besar China di Washington DC menyebut langkah tersebut jadi ‘pembatasan dan penghalang yang tak dibenarkan bagi personel diplomatik serta konsulat China’ yang ‘bertentangan dengan nilai keterbukaan dan kebebasan yang selama ini diklaim pihak AS’.