Jakarta

Jenderal top tentara Australia meminta maaf kepada Afghanistan setelah laporan menyebut tentaranya mematikan 39 warga Afghanistan saat bekerja di negara itu beberapa tahun lalu. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, lagi-lagi mengklaim dirinya memenangkan pilpres AS 2020.

Laporan militer yang dirilis pekan ini menyebutkan ada informasi yang menunjukkan 39 pembunuhan di luar hukum oleh 25 prajurit Australia dalam 23 insiden. Pembunuhan dilakukan personel pasukan khusus Australia yang ditugaskan di Afghanistan kurun tahun 2005-2016.

Sementara Trump kembali memposting cuitan melalui Twitter yang mengklaim dirinya lulus pilpres AS dan kembali menyampaikan tuduhan adanya kecurangan pilpres secara luas. Cuitan itu diberi sebutan peringatan oleh Twitter yang bersuara: “Sejumlah sumber menetapkan pemilihan ini secara berbeda. ”

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom , hari ini, Kamis (19/11/2020):

– Lebih dari 250 Ribu Orang Tewas Akibat Corona di AS

Lebih dari seperempat juta orang meninggal dunia akibat virus Corona (COVID-19) di berbagai wilayah Amerika Serikat (AS). Angka ini menempatkan AS dalam posisi teratas jadi negara dengan jumlah kematian terbanyak akibat Corona.

Kaya dilansir AFP , Kamis (19/11/2020), data penghitungan Johns Hopkins University (JHU) yang menjadi acuan global menunjukkan total 250. 438 orang meninggal dunia akibat Corona di AS.

Angka itu merupakan jumlah mair akibat Corona terbanyak di dunia. Di bawah AS, ada Brasil yang melaporkan 167. 455 mair dan India dengan 130. 993 kematian.

berantakan Tentaranya Bunuh 39 Warga Afghanistan, Jenderal Top Australia Minta Maaf

Laporan militer Australia soal kejahatan perang menuturkan ada bukti bahwa tentara pasukan elite Australia telah secara menentang hukum membunuh 39 tahanan, petani dan warga sipil di Afghanistan. Jenderal top Australia pun menodong maaf kepada Afghanistan atas kejadian ini.

Seperti dilansir Associated Press dan Reuters , Kamis (19/11/2020), laporan tentara yang dirilis pekan ini menyebutkan ada bukti yang menunjukkan terjadinya 39 pembunuhan di luar kaidah oleh 25 tentara Australia pada 23 insiden. Pembunuhan dilakukan personel pasukan khusus Australia yang ditugaskan di Afghanistan antara tahun 2005-2016.

Kepala Angkatan Bersenjata Australia, Jenderal Angus Campbell, pada pernyataan kepada wartawan di Canberra pada Kamis (19/11) waktu setempat, menyebut telah ditemukan bukti yang menunjukkan bahwa pembunuhan itu dikerjakan di luar ‘memanasnya pertempuran’.

“Kepada rakyat Afghanistan, pada nama Angkatan Bersenjata Australia, kami dengan tulus dan terus terang meminta maaf atas kesalahan dengan dilakukan tentara Australia, ” tutur Jenderal Campbell.

Simak video ‘Pasukan Elit Australia Lakukan Kejahatan Perang di Afghanistan’:

[Gambas:Video 20detik]